Pariwisata Dalam Covid

Menanggapi hal tersebut, pihak TM Ragunan memutuskan untuk kembali melaksanakan digital tour yang menampilkan berbagai jenis satwa secara live di Instagram @ragunanzoo. Beberapa di antaranya adalah Gajah Sumatera, Harimau Sumatera, Siamang, Orang Utan Sumatera, Buaya dan Jerapah. Selain itu pemerintah juga meluncurkan program Bantuan Insentif Pemerintah dengan nilai mencapai Rp 60 miliar. Berdasarkan information BPS Juni 2020, tingkat hunian lodge klasifikasi bintang turun minus (-) 19,57 Togel Online poin menjadi -12,67 poin pada April 2020 dari -32,24 poin pada Maret 2020. Demikian juga halnya tingkat hunian kamar hotel klasifikasi bintang pada April 2020 turun minus 41,23 poin dari fifty three,ninety poin pada April 2019. Bagi daerah-daerah yang sadar bahwa pariwisata adalah penggerak ekonomi, tentunya akan mempersiapkan segala hal untuk menyambut wajah baru pariwisata pascapandemi.

Pertama, mempersiapkan setiap tempat wisata dan perhotelan untuk membentuk konsep baru. Cara ini akan menarik wisatawan mancanegara dan domestik untuk datang ke Bali pasca pandemi corona. Kedua, memanfaatkan alokasi dana APBN yang sudah disiapkan pemerintah pusat secara maksimal.

“Sertifikasi CHSE ini merupakan sebuah upaya untuk membantu membangkitkan kembali para pelaku pariwisata kembali berjaya seperti sebelumnya. Tidak hanya untuk pemulihan industri pariwisata, tetapi juga untuk pemulihan perekonomian Indonesia,” kata dia dalam siaran pers, Selasa (30/3). Sementara, Direktur Layanan TI, Bakti Kominfo untuk Pemerintah dan Masyarakat Danny Januar, menyoroti soal masih belum tergarap dengan baik knowledge knowledge potensi pariwisata di Indonesia. Saat ini pihaknya tengah melakukan inisiatif awal terhadap kondisi tersebut. “Konsep besarnya jaringan pariwista ini adalah sebagai wadah untuk mengumpulkan seluruh inventori komoditi potensi pariwisata diseluruh Indonesia.

Adapun terkait sektor Pariwisata masuk dalam skala prioritas, salah satu programnya, yaitu perluasan stimulus konsumsi dengan fokus pada Kelas Menengah. Dalam hal ini dapat dilihat dalam kebijakan PP No.23 Tahun 2020 terkait Prinsip, Pengambilan Kebijakan, dan Modalitas Program Pemulihan Ekonomi Nasional. “Dengan adanya dukungan pemerintah ini fokus kita di ASITA saat ini adalah mempromosikan destinasi wisata lokal atau domestik. Sebelumnya kita susah mempromosikan wisata ke 34 provinsi, namun dengan adanya 5 destinasi super prioritas nasional, memberikan ruang baru bagi promosi destinasi wisata domestik untuk warga Indonesia,” katanya. Kecepatan untuk memulihkan pariwisata pun sangat bergantung pada kondisi perekonomian masyarakat.

Pariwisata saat ini

Hal tersebut dikarenakan saat ini terdapat perubahan tujuan dari para wisatawan. Mereka tidak hanya memilih tempat wisata yang akan memberikan pengalaman menarik, tetapi juga memilih tujuan wisata yang bebas dari Covid-19 serta memiliki keamanan yang baik. Pemerintah, melalui Kementerian Pariwisata pun bergerak untuk membangun kesadaran mengenai pentingnya peran serta masyarakat dalam perkembangan pariwisata Indonesia.

Pelaku usaha pariwisata, Irvan Muthalib mengaku sangat optimis pariwisata Indonesia akan bangkit kembali, terutama setalah adanya program vaksinasi Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Founder & CEO Halttravel ini juga mengajak seluruh insan pariwisata untuk tetap optimis seraya berharap bantuan dari media massa untuk terus menggaungkan bahwa Indonesia punya objek wisata yang tidak kalah dari luar negeri. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengungkapkan, saat ini pihaknya menggenjot kunjungan pariwisata domestik antara lain melalui program Bangga Berwisata di Indonesia (#diindonesiaaja). Sandi menyatakan, ada fifty five juta warga Negara Indonesia kelas menengah di Indonesia yang sangat potensial digarap untuk bisa berwisata di dalam negeri. Dengan menerapkan prokes yang disiplin, business wisata menerapkan CHSE, seluruh wisatawan dan masyarakat sudah divaksin saya yakin dan percaya bahwa pandemic akan berakhir, covid-19 dikendalikan dan sektor pariwisata bisa bangkit kembali.

Pemerintah pusat telah menganggarkan dana pemulihan pariwisata Indonesia sebesar 3,three Triliun ke sepuluh destinasi wisata termasuk Bali dengan skema penyaluran dana yang sudah disiapkan oleh pemerintah pusat. Ketakutan akan berpergian baik itu perjalanan domestik maupun mancanegara juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia sendiri. Hal ini terlihat juga dari efek domino yang terjadi pada sektor-sektor penunjang pariwisata, seperti hotel dan restoran maupun pengusaha retail. Dilansir dari katadata.co.id, Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia mengatakan, dampak penyebaran virus corona dirasakan oleh pengusaha resort, restoran, dan maskapai penerbangan yang memiliki pangsa dan nilai investasi yang masif. Dinamika ini dikatakan sebagai force majeure atau kondisi yang tidak dapat dihindari. Namun, memasuki kwartal ketiga tahun 2020, harapan untuk membangkitkan kembali sektor pariwisata di Indonesia kembali muncul.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *