Suara Lantang Demokrat Ke Pemerintah, Bela Rakyat ..

Ditambah lagi kelalaian masyarakat terkait protokol kesehatan masih menjadi PR tersendiri. Industri pariwisata yang tidak bergerak berimbas secara besar-besaran pada berbagai sektor pendukungnya. Dengan kegiatan pariwisata yang tidak bergerak, banyak penerbangan dibatalkan serta secara tajam mengurangi perjalanan domestik maupun internasional. Keadaan demikian mendorong bisnis di seluruh sektor perjalanan dan wisata, termasuk jasa transportasi, penginapan, hiburan, dan restoran, terpukul keras. Metmowlee mengungkapkan bahwa pihaknya memiliki sejumlah langkah yang dapat dilakukan industri pariwisata untuk membuat wisatawan merasa nyaman.

Melalui aplikasi Visiting Jogja, wisatawan dapat memesan tiket dan mengetahui jumlah kunjungan pada objek wisata yang ingin dituju. Aplikasi ini merupakan strategi pemerintah untuk mendata, menjaga, meminimalisir kontak langsung, hingga memastikan kapasitas wisata hingga 50 persen dari normal. Terdapat berbagai protokol keamanan dan kebersihan yang perlu dipatuhi, serta dibutuhkan strategi yang efektif dan efisien. Karenanya, seluruh pemerintah daerah diharapkan mampu mempersiapkan sektor pariwisata dengan sebaik-baiknya.

Dalam kesempatan tersebut Menteri Kesehatan RI dr. Terawan Agus Putranto menekankan kepada pihak di sektor pariwisata untuk tetap mengedepankan protokol kesehatan. Dibukanya kembali industri pariwisata saat pandemi berarti harus menjalankan protokol kesehatan berbasis CHSE dengan benar dan disiplin sesuai Standar Operasional Prosedur yang berlaku, khususnya bagi para pelaku dan konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Data menunjukkan ada banyak wisatawan kita yang justru berwisata ke manca negara.

Pariwisata disaat pandemi

Pada 25 April 2020, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengeluarkan berbagai kebijakan strategis untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19 di sektor pariwisata. Kebijakan tersebut dapat dirangkum dengan berbagai tagar, yakni #jagasesama, #jagaproduktivitas, #jagakomunikasi, #jagakreativitas, #jagaoptimisme, dan #jagaupaya. Berbagai penanganan dampak pandemi yang terkait sektor pariwisata dapat dikelompokkan ke dalam kebijakan untuk mengurangi dampak pandemi Covid-19 serta kebijakan untuk melindungi sektor pariwisata. • Booking.com membuat kemajuan untuk penerapan citra yang lebih jelas, mengeksplorasi cara-cara baru untuk mengekspos praktik sistem berkelanjutan di semua jenis akomodasi di seluruh dunia, mulai dari mengurangi penggunaan plastik hingga menghemat air dan energi. Langkah-langkah awal ini bertujuan untuk mengekspos praktik berkelanjutan pada properti – yang juga diverifikasi oleh pelanggan – yang upaya berkesinambungan perusahaan bersama Travalyst untuk mengembangkan citra berkelanjutan yang mudah dipahami pada skala industri. Untuk diketahui, objek wisata Air Terjun Bujang Bahar saat ini masih dikelola secara sederhana oleh pemerintah desa setempat.

Selain itu, kebijakan dalam industri pariwisata juga harus cepat beradaptasi dan berubah untuk lebih berfokus pada manajemen krisis. Kendati demikian, Minister of Tourism, Arts, and Culture Malaysia, Nancy Shukri, menuturkan bahwa pandemi membawa peluang untuk merubah industri pariwisata. Apalagi setelah banyak ditemukan pemutusan hubungan kerja oleh perusahaan akibat dampak dari pandemi COVID-19. Diharapkan tidak hanya solusi jangka pendek yang dipersiapkan, melainkan juga solusi dalam jangka waktu yang panjang.

Hal ini menyusul ditemukannya kasus positif coronavirus pada harimau di salah satu kebun binatang di New York, diduga ditularkan oleh zookeeper penderita tanpa gejala. Bukan tidak mungkin di tempat lain kasus serupa dapat ditularkan ke jenis hewan yang lain seperti kera, rusa ataupun penyu, tentu membutuhkan penelitian lebih lanjut. Ancaman dan dampak pandemi COVID-19 ini begitu dahsyat dan amat menyulitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Menurut information Judi Slot Online yang saya pegang 34 juta orang lebih yang menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Kami sedang berupaya keras menjadikan pariwisata dan ekonomi kreatif agar bisa menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi di masa pandemi ini. Pariwisata menjadi salah satu sektor yang merasakan dampak langsung pandemi Covid-19.

Bagi Rully, mengembangkan pariwisata di daerah, harus satu paket dengan pemberdayaan UMKM dan ekonomi kreatif di wilayah masing-masing. “Untuk masa pandemi ini, kondisi yang kami alami cukup parah karena memang whole tutup semua, tidak ada wisata satupun yang dibuka, baik di pantai, baik di tempat wisata alam seperti di Gunung Bromo, Kawah Ijen di Banyuwangi. “Deteksi mereka, apa yang jadi kebutuhan tourism society saat ini? Sehingga apa? Mereka terlibat di dalamnya, mereka merasa memiliki program kementerian pariwisata itu. Jangan eksklusif, harus inklusif,” ungkap Taufan. “Merupakan hal yang penting bagi industri pariwisata untuk mengembangkan ide baru untuk merancang ulang pengalaman para pelancong dan melayani mereka agar mereka bisa senyaman sebelum pandemi,” ujar dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *